21_07

Good Corporate Governance (GCG)

Good Corporate Governance (GCG) merupakan prinsip-prinsip yang diterapkan oleh perusahaan untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Banyak prinsip yang diterapkan dalam penerapan GCG salah satunya transparansi dan akuntabilitas untuk membuat perusahaan mendapat profit yang besar. Pendapat ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari, Ilmiyono, dan Mahali (2019) dengan judul penelitian "EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRACTICES TOWARD THE MOSQUE ACCOUNTING APPLICATION SURVEY OF MOSQUE IN BOGOR" yang saya kutip sebagai berikut.

"Transparency and Accountability, are important because of the problem of Good Corporate Governance (GCG). GCG is one of the keys to a company's success to grow and be profitable in the long run, while winning global business. But in its implementation, GCG faces many fairly complex obstacles, one of the important problems that is the cause is the lack of accountability and transparency, all activities of institutions both public and private are always demanded to be transparent and accountable."




Sumber Kutipan: Lestari, Retno Martanti Endah., Ilmiyono, Agung Fajar., & Mahali, Jalaludin Al. (2019). EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE PRACTICES TOWARD THE MOSQUE ACCOUNTING APPLICATION SURVEY OF MOSQUE IN BOGOR. JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES), Vol. 3(2), 60-66. Diakses pada tanggal 11 Juli 2021.

21_06

Ujian Akhir SPPM Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021

 1.  Activity Based Management pada sebuah perusahaan sebelum dan setelah pandemi COVID-19 di sekitar tempat tinggal.

  • Jenis Usaha: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) “AHANK TOPPOKI Ciomas”.
  • Alamat: Jl. Raya Ciomas (Seberang Alfamidi), Ciomas Rahayu, Ciomas, Bogor.
  • Activity Based Management sebelum COVID-19:

  1. Pelanggan: Pelanggan usaha ini sebelumnya hanya masyarakat yang sering mendatangi kedai saja.
  2. Produk/Jasa: Penjual sebelumnya menjual mi ayam dan bakso.
  3. Aktivitas: Penjual hanya melakukan pelayanan secara offline atau masyarakat yang mendatangi kedai saja.
  4. Sumber Daya: Penjual hanya mempromosikan usahanya di sekitar daerah tempat usahanya saja, sehingga cakupan pelanggan sedikit.

  • Activity Based Management sesudah COVID-19:

  1.     Pelanggan: Pelanggan usaha ini adalah masyarakat yang mengunjungi kedai secara offline dan masyarakat yang memesan secara online.
  2.   Produk/Jasa: Penjual saat ini beralih usaha dengan menjual makanan khas korea, seperti tteokpokki, ramyeon, dan odeng. Penjual beralih usaha ke makanan khas Korea, karena makanan Korea sedang banyak diminati oleh kalangan remaja dan dewasa saat ini, khususnya di daerah sekitar tempat usaha.
  3.    Aktivitas: Penjual melakukan pelayanan secara offline dan online. Offline dengan masyarakat yang mendatangi kedai secara langsung, online dengan masyarakat yang memesan online via aplikasi pengantar makanan dan minuman.
  4.   Sumber Daya: Penjual saat ini bekerja sama dengan platform makanan dan minuman online untuk mempromosikan usahanya, sehingga cakupan pelanggan menjadi luas, tidak hanya secara offline saja.

 

2.  Tahap Proses Penyusunan Program pada Program yang akan Dibuat:

·   Penjabaran Inisiatif Strategik ke Dalam Program

  Nama program yang akan saya buat adalah MIU FEST (Millenial Universe Festival). Program ini memiliki inisiatif strategik memperkenalkan aneka ragam budaya Indonesia kepada masyarakat, dengan dikemas secara millennial. Sasaran customer dari program ini adalah dewasa, remaja, dan anak-anak. Diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat khususnya kaum millennial dapat mengenal berbagai macam budaya Indonesia, seperti lagu daerah, tarian tradisional, atau alat musik tradisional dan ikut serta dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah Internasional. Program ini dikemas se-millenial mungkin, sehingga terlihat fresh, tetapi tidak menghilangkan ciri khas dari budaya Indonesia itu sendiri. Program ini nantinya akan melibatkan penyanyi, dancer, dan musisi yang memiliki millennial vibes untuk mendukung jalannya acara. Selama ini, banyak dari masyarakat Indonesia memandang sebelah mata tentang budaya dan cenderung beranggapan bahwa belajar budaya itu membosankan. Lewat program ini, budaya Indonesia akan dikemas secara millennial dan fresh, sehingga para penonton tidak akan bosan dan semakin penasaran dengan budaya-budaya yang ditampilkan. Gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan di program ini adalah aransemen lagu-lagu tradisional dengan millennial vibes dan drama musikal yang dipadukan dengan tari tradisional dan diiringi oleh alat musik tradisional. Program ini membawa banyak manfaat yang positif kepada seluruh masyarakat. Selain itu, masyarakat dapat mengenal dan belajar lebih dalam lagi mengenai budaya Indonesia, bahkan dengan kreativitas yang tinggi dapat membawa budaya Indonesia ke panggung internasional dan mengharumkan nama bangsa.

·      Penyusunan Informasi Keuangan Proyeksian

Proyeksi keuangan yang dibutuhkan dalam program ini kurang lebih sekitar Rp. 68.000.000 Dengan rincian: sewa tempat dan tata panggung sekitar Rp. 9.000.000; pengisi acara sekitar Rp. 25.000.000; sewa alat musik tradisional sekitar Rp. 4.000.000; konsumsi sekitar Rp. 18.000.000; dan biaya untuk staf sekitar Rp. 12.000.000. Program ini membuka ticketing secara online (Presale 1 dan Presale 2) dan offline (on the spot) dengan rincian: Presale 1  seharga Rp. 120.000, Presale 2 seharga Rp. 150.000, dan On the Spot seharga Rp. 200.000, dengan kapasitas pembeli sekitar 300-500 orang.

·      Review dan Persetujuan Program

Seluruh crew akan meninjau ulang proyeksi keuangan dan rencana program, apakah terdapat kelebihan biaya, kekurangan biaya, atau ketidakselarasan antara keuangan dengan program. Jika tidak terdapat masalah, maka program akan disetujui dan ditindaklanjuti.

 

3.  Contoh Cascading Program di Lingkungan Pemerintah:

Sasaran: Meningkatnya nilai tambah hasil dan daya saing produk pertanian (tanaman, pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan).

Indikator Kinerja: Pertumbuhan sub-sektor tanaman bahan makanan terhadap PDRB.

SKPD : Dinas Pertanian

- Sasaran :  Meningkatnya produksi pertanian

- Indikator Kinerja :  Jumlah Produksi Padi

                                  Indeks Pertanaman Padi

              - Program :  Peningkatan produksi pertanian

                                  Pengembangan agribisnis

             Bidang Produksi Hortikultura

            - Sasaran : Peningkatan penerapan teknologi budidaya yang baik dan ramah lingkungan

            - Indikator Kinerja : Luas kebun/lahan usaha yang teregistrasi GAP

                                             Jumlah kelompok tani yang mengikuti SLGAP

             Sie. Buah-Buahan

            - Sasaran :  Peningkatan produksi buah-buahan

            - Indikator Kinerja : Luas lahan kawasan tanaman buah-buahan

                                             Jumlah petani yang mendapat pelatihan GAP

             Jabatan Pelaksana Analis Produksi Hortikultura

            - Sasaran :  Tersedianya data hasil analisa produk hortikultura

            - Indikator Kinerja : Jumlah data analisa produk hortikultura


4. Resonansi dapat dirasakan oleh seluruh elemen perusahaan melalui proses cascading. Misalnya, dari manajemen tingkat atas membuat rencana strategi untuk visi perusahaan. Visi perusahaan ini nantinya akan diberitahukan ke seluruh manajemen tingkat menengah dan tingkat bawah untuk dikembangkan lagi sesuai dengan bidang masing-masing demi tercapainya visi perusahaan, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan jangka waktu yang panjang. Proses cascading juga dapat diimplementasikan pada kelembagaan mahasiswa di FEB UNPAK. Ketua kelembagaan mahasiswa akan merumuskan dan menetapkan visi dan misi lembaga kemahasiswaan yang nantinya visi dan misi tersebut akan diberitahukan kepada seluruh struktural organisasi, seperti sekretaris, bendahara, dan divisi lainnya. Setiap ketua dari seluruh divisi akan mengembangkan strategi masing-masing sesuai bidangnya, yang hasil akhirnya adalah untuk mencapai visi dan misi kelembagaan mahasiswa. Hal inilah yang disebut dengan proses cascading. Dengan menetapkan strategi di bidang masing-masing, jika semua bidang selaras memiliki tujuan yang sama, maka tujuan perusahaan akan tercapai bersama-sama.


5. Sistem Perencanaan Strategik dengan Rerangka Balanced Scorecard:
  • Perspektif Pelanggan: Menyediakan semua jenis kebutuhan masyarakat, seperti kebutuhan primer, sekunder, atau tersier; Memberikan kemudahan bertransaksi bagi pelanggan secara online, sehingga pelanggan dapat memesan kapan saja dan di mana saja; Memberikan discount dan free shipping setiap bulan pada tanggal-tanggal tertentu; Menyediakan fitur ‘ajukan pengembalian’, jika pesanan tidak sesuai.
  • Perspektif Finansial: Menarik investor, baik perorangan maupun perusahaan, untuk berinvestasi; Mendaftarkan saham dan memperdagangkannya di BEI dalam sektor perusahaan manufaktur.
  • Perspektif Bisnis Internal: Menyediakan berbagai macam produk yang sejenis; Menyediakan metode pembayaran secara online, seperti transfer lewat bank atau membayar di minimarket terdekat dan offline, seperti bayar ketika pesanan sudah sampai (cash on delivery).
  • Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan: Staf customer service selalu stand-by untuk menerima keluhan, kritik, dan saran dari pelanggan; Merekrut SDM yang profesional; Bekerja sama dengan perusahaan/wirausaha dalam berbagai jenis sektor.

    6. Analisis SWOT:


Strengths (S) 

1. Disiplin.

2. Dapat bekerja sama dengan tim.

3. Mampu mengoperasikan Microsoft Office.

4. Teliti dan rapi dalam mengerjakan sesuatu.

Weaknesses (W) 

1. Perfeksionis yang condong ke kritis.

2. Membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap lingkungan baru.

Opportunities (O)

1. Berpikiran terbu-ka.

2. Menerima kritik & saran dari orang lain.

3. Mengerjakan task tepat waktu.

Strategi S-O 

1. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai deadline (S1, O3).

2. Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar etika (S1, S3, S4, O3)

3. Merumuskan strategi bersa-ma tim untuk mencapai visi dan misi perusahaan (S2, O1, O2)

Strategi W-O 

1. Memberi kesempatan orang lain untuk mengemukakan pendapatnya, jika terjadi perbedaan pendapat (W2, O1, O2).

2. Berpikir secara kritis dalam menerima saran dan masukan yang berkenaan dengan operasi perusahaan. (W1, W2, O1, O2).

3. Tidak terlalu banyak mela-kukan pertimbangan dalam menyelesaikan pekerjaan (W1, O3).

Threats (T) 

1. Pesaing yang mu-dah beradaptasi terhadap lingkungan baru.

2. Perusahaan de-ngan pressure yang tinggi.

Strategi S-T

1. Memotivasi diri dengan reward yang akan diberi oleh perusahaan terhadap hasil kerja (S1, S4, T2).

2. Banyak berinteraksi dan bertukar pikiran dengan orang lain dalam merumuskan suatu strategi perusahaan (S2, T1).

Strategi W-T 

1. Berinteraksi dengan orang lain, khususnya dalam satu divisi, mulai dari hal ringan sampai berat (W2, T1).

2. Melakukan segala sesuatu secara baik, hati-hati, dan teliti (W1, T2).







Nama : Gheatama Ramadhani
NPM : 022118283
Kelas : 6A/Akuntansi

15_09

Pancen Bahasa Sunda: Biografi Babaturan

Dina ieu waktos, abdi bade nerangkeun biografi salah sahiji babaturan abdi nu wastana Almira Bilqis Butsainah. Anjeunna teh babar di Bogor, 19 Oktober 2000. Anjeunna mangrupa putri sulung ti dua saderek, ti pasangan Alan jeung Tini. Anjeunna cicing di Ciomas, Jl. Pintu Ledeng sareng kaluwargana.

Sawaktos SD, anjeunna sakola di SDN Panaragan 1. Kabiasaanna kapungkur di SD nyaeta ameng karet dina aula sakola. Waktos SMP, anjeunna sakola di SMPN 7 Bogor. Anjeunna jeung abdi teh wauh ku margi abdi jeung anjeunna satu kelas pas kelas 7. Teu lila, abdi jeung anjeunna deukeut. Abdi geus nganggep anjeunna sapertos saderek sorangan, begitu pun sabalikna. Lamun abdi aya masalah, pasti sok curhat ka anjeunna. Sabalikna, lamun anjeunna aya masalah, pasti sok curhat ka abdi. Pokona mah, anjeunna salah sawios babaturan abdi nu abdi pikaresep.

Ayeuna, anjeunna sakola di SMK BORCES. Anjeunna teh ngambil jurusan tata boga. Anjeunna hobi ngacover lagu jeung nembang lagu Korea. Cita-cita anjeunna nyaeta hoyong cios dokter. Sanajan teu sasakola deui,  abdi jeung anjeunna tiasa komunikasi lewat handphone atawa media sosial.

Sakitu biografi nu tiasa abdi sampekeun. Hapunteun upami aya kalepatan, boh eusi boh basa nu digunakeun ku abdi.

Pancen Bahasa Sunda: Biografi Pun Biang

Pun biang abdi wastana Wiratna Wahir. Pun biang abdi teh babar di Bogor, 16 September 1974. Pun biang abdi teh putri ka tujuh ti sapuluh saderek, ti pasangan Wahir jeung Aminah.

Keur kapungkur, pun biang abdi teh sakola SD di SDN Cibuluh 2. Pun biang abdi sakola di ditu ku margi sakola eta teh pang caketna ti bumi pun biang abdi. Sawaktos SMP, pun biang abdi teh sakola di SMPN 8 Bogor. Pun biang abdi lebet ka ditu, ku margi eta teh mangrupa sakola negeri jeung lokasina strategis ti bumi pun biang abdi. Waktos SMA, pun biang abdi sakola di SMAN 3 Bogor. Pun biang abdi teh milih ka ditu, ku margi eta teh mangrupa sakola negeri favorit jeung pun biang abdi teh hoyong ngenal Bogor langkung tebih. Pun biang abdi nyandak jurusan IPS. Sabenerna mah, pun biang abdi lebet ka jurusan IPA. Tapi, ku margi pun biang abdi kirang resep kana jurusan IPA, pun biang abdi teh ngalih ka jurusan IPS. Di SMA, pun biang abdi teh meunang PMDK atawa ayeuna mah urang sok nyebut SNMPTN. Pun biang abdi meunang PMDK ka Universitas Diponegoro. Tapi, ku margi tebih, aki sareng nini abdi teh teu mikeun pun biang abdi kuliah di ditu. Akhirna, pun biang abdi teh kuliah di Universitas Pakuan. Pun biang abdi nyandak jurusan hukum perdata. Pun biang abdi kuliah mung dua semester hungkul, ku margi aki abdi teh pupus.

Pun biang abdi kapungkur damel janten administrasi di salah sawios pausahaan kontraktor di Bogor. Ayeuna, pun biang abdi mung janten ibu rumah tangga di bumi.

Sakitu biografi nu abdi tiasa sampekeun. Hapunteun upami aya kalepatan, boh eusi boh basa nu digunakeun ku abdi.

Pancen Bahasa Sunda: Biografi Pun Bapa

Pun bapa abdi wastana Indratama Alimi. Pun bapa abdi tinggal di Villa Ciomas Indah Blok H4/08 sareng abdi jeung kulawarga. Pun bapa abdi teh babar di Bandar Lampung, 8 September 1971. Pun bapa abdi teh putra bungsu ti tujuh saderek, ti pasangan Alimi Hasali jeung Karlina. 

Keur kapungkur, pun bapa abdi teh cicing di Bandar Lampung sareng kaluwarga. Pun bapa abdi teh sakola SD di SDN 2 Bandar Lampung. Sawaktos SD, pun bapa abdi teh sok ameng ka gunung, manjat tangkal atawa nyerat wasta di batang tangkal. Waktos SMP, pun bapa abdi sakola di SMPN 5 Bandar Lampung. Pun bapa abdi lebet ka ditu, ku margi eta teh mangrupa sakola negeri favorit se-Bandar Lampung. Sawaktos SMA, pun bapa abdi sakola di SMA Kesuma Yudha. Pun bapa abdi nyandak jurusan IPS. Di SMA, pun bapa abdi teh aktif dina organisasi kelas. Anjeunna janten Wakil KM waktos kelas XI jeung KM waktos kelas XII. 

Waktos umur 20 taun, pun bapa abdi ngarantau ka Malang, kanggo neraskeun kuliah ka P4B atawa jalmi sok tiasa nyebut Pusat Pendidikan Perhotelan jeung Pariwisata Bali. Pun bapa abdi kuliah di ditu dugi ka tamat D1.

Sawaktos umur 23 taun, pun bapa abdi  damel di Ramayana Garden Hotel, Batam. Umur 24 taun, pun bapa abdi neraskeun damel di Lido Hotel, Bogor, nu akhirna kapendak sareng pun biang abdi.

Sakitu biografi nu abdi tiasa sampekeun. Hapunteun upami aya kalepatan, boh eusi boh basa nu digunakeun ku abdi.

Pancen Bahasa Sunda: Catatan Harian 7

6 September 2015


Poe ieu, abdi meuni bosen, sabab abdi teu kamana-mana. Abdi di imah ngan mantuan ibu nyeseuh baju, nyapu-nyapu, ngepel rumah, jsb.

Peutingna, abdi ngerjakeun MTK nu soalna loba. Geus loba beranak deui -_-|| Abdi ngerjakeun MTK nepi ka jam 11 peuting. Eta ge aya nu ncan .-. Ceuk ibu abdi, ngke weh lanjutan deui jam 3. Yanggeus abdi ka kamar geus kitu langsung sare.

Sakitu wae catatan harian ti abdi.


Pancen Bahasa Sunda: Catatan Harian 6

5 September 2015


Poe kamari, abdi nyandak ijazah ka SMPN 7 Bogor. Akhirna, abdi bisa kapanggih jeung babaturan abdi pas SMP (*^_^*) Karak ge teu kapanggih sabulan, asa-asana teh teu kapanggih sataun. 

Pas kapanggih, abdi jeung babaturan abdi tuker carita, pangalaman di sakola anyar. Geus kitu, abdi selfie bareng jeung babaturan abdi. Maklum, lamun geus SMA mah, pasti hayang reunian ge hese. Lumayan jang kenang-kenangan ~>_<~

Sanggeus nyandak ijazah, abdi jeung babaturan abdi ulin ka Botani Square, atawa batur mah sok nyebutna 'Botas'. Di botas, abdi ka gramedia ngaturan babaturan abdi meuli novel jeung neangan novel nu abdi resep. Geus 10 menit neangan novel-novel di dinya, teu aya novel nu abdi resep. Jadi, baturan abdi weh nu meuli. Manehna meuli novel nu judulna 'Malam Minggu bersama Ayah' lamun teu salah mah.


Geus kitu, abdi jeung babaturan abdi ngadahar heula di food court nu aya di luhur. Lumayan jang ngaganjal beuteung nu geus bubunyian •﹏•

Geus beres dahar, abdi jeung babaturan abdi ngobrol heula di dinya, sambil nungguan makanan teh turun ka beuteung. Lamun geus bener-bener turun, abdi jeung babaturan abdi turun ka handap terus langsung balik ka imah masing-masing o(^^o)

Poe ieu, poe nu berkesan bagi abdi. Akhirna, abdi bisa ulin jeung babaturan abdi saharian. Sumagi weh engke bisa ulin deui dina lain waktu.

Sakitu wae catatan harian ti abdi